11 April 2018

SMK SEBAGAI MODEL LINGKUNGAN BUDAYA INDUSTRI

    4/11/2018 09:37:00 AM   No comments

Proses Pembentukan Karakter pada KBM
Fitri Retno Astutik, S.Pd. Mengingat persaingan ekonomi global yang makin ketat, pilihan masyarakat untuk bersekolah di SMK pun semakin meningkat. Karena SMK dianggap memiliki keunggulan. Salah satunya setelah lulus bisa langsung kerja. Akan tetapi justru temuan di lapangan berbeda karena menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun2017 justru penyumbang terbesar angka pengangguran di negara kita berasal dari lulusan SMK. Sehingga lulusan SMK yang digadang-gadang langsung kerja malah menganggur.
Di sisi lain banyak perusahaan yang mengalami permasalahan kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja. Padahal masalah pengangguran menjadi wacana nasional di Negara kita. Hal ini menggambarkan adanya kesenjangan antara dunia industri dan ketersediaan tenaga kerja dari institusi pendidikan kejuruan.
Sinergi  antara dunia pendidikan dengan dunia industri sangat dibutuhkan. Sehingga diperlukan pembiasaan pembentukan budaya industri di lembaga kejuruan  yaitu SMK. Pembiasaan ini harus dilaksanakan secara terus-menerus sehingga menjadi suatu rutinitas atau perilaku yang membudaya dan menjadi karakter yang baik dalam perilaku industri. Pembentukan budaya industri bukanlah sesuatu yang instan, di butuhkan waktu dan proses. Sehingga setelah lulus siswa SMK mampu memenuhi standart persyaratan masuk dunia industri.
Fenomena yang terjadi antara dunia pendidikan dan perkembangan dunia industri tidak matc dan terjadi kesenjangan yang cukup signifikan. Lembaga pendidikan SMK belum sepenuhnya mampu mewujudkan kebutuhan yang diinginkan dunia industri. Sehingga di perlukan upaya untuk mewujudkan keselarasan antara dunia pendidikan dengan dunia industri.
Ke depan, persaingan tenaga kerja terampil di dunia industri akan semakin ketat. Tidak hanya akan datang dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Sehingga SMK harus mempersiapkan SDM yang berkompeten, berkarakter dan kompetitif. Berkompeten adalah siswa SMK mampu menguasi bidang keahlian tertentu. Sedangkan berkarakter adalah membentuk siswa SMK yang memiliki kepribadian yang bertakwa kepada Tuha YME, memiliki fisik dan mental teruji, disiplin,pekerja keras,pintar dan sopan santun. Dan kompetitif berarti siap bersaing dengan siapa saja dan kapan saja sesui dengan bidang keahlian yang dimiliki.
SMK sebagai model lingkungan budaya industri. Pengembangan budaya karakter industri  bagi siswa SMK merupakan aspek penting dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan berhasil dalam pekerjaanya. Yaitu dengan mempersiapkan SDM yang berkompeten, berkarakter dan kompetitif.
Berkompeten
Pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan di sekolah perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri. Materi pembelajaran harus sejalan dengan perkembangan industri. Perlu adanya sinkronisasi dalam hal pembelajaran di SMK yaitu kurikulum yang didalamnya ada materi yang diinginkan untuk kepentingan dunia industri. termasuk pihak industri melakukan pendampingan tersendiri di sekolah. upaya tersebut lebih mengedepankan kepentingan lulusan SMK agar sesui dengan kebutuhan dunia industri. Perangkat perakitan perusahaan juga dihadirkan di sekolah.sehingga siswa SMKpun terbiasa bekerja dalam suasana industri layaknya suasana di perusahaan. mereka diarahkan mengikuti aturan perusahaan,mencapai target, mengutamakan kualitas dan mengevaluasi diri.
Berkarakter
Setiap perusahaan mengharapkan lingkungan kerjanya yang selalu bersih,rapi sehingga mampu mendukung terciptanya tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi di perusahaan. Namun pada kenyataanya banyak perusahaan yang mengeluh karena penempatan sarana dan prasarana tidak sesuai sehingga berantakan dan membuat tidak nyaman dalam bekerja. Untuk menjawab tantangan tersebut maka d SMK diperlukan pembiasaan  budaya industri 5R(Ringkas,Rapi,Resik,Rawat,Rajin). Ringkas adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan ditempat kerja.serta mengetahui cara penyimpananya dengan benar.Rapi yaitu menyimpan barang sesuai dengan tempatnya ketika setelah selesai digunakan. Resik berarti membersihkan tempat/lingkungan kerja,mesin peralatan dan barang barang agar tidak terkena debu,kotoran dan bau. Rawat adalah peduli terhadap peralatan yang ada di lingkungan kerja sehingga menjadi awet dan bisa di pakai dalam jangka waktu yang lebih lama. Rajin berarti menjadikan diri lebih disiplin,tingkah laku menjadi terarah dan menjadikan lingkungan kerja menjadi lebih baik tertata serta bersih.
selain menerapkan budaya industri 5R di sekolah juga perlu menerapkan budaya industri 5S(Senyum,Salam,Sapa,Salam,Sopan,Santun). Hubungan kerja antar pegawai di perusahaan menuntut setiap orang yang berinteraksi di dalamnya berlaku baik terhadap sesama pegawai. Dalam dunia kerja etika pergaulan sangatlah penting.Senyum;senyum bersahabat dan sikap ramah kepada rekan kerja.Salam;ucapan salam merupakan salah satu cirri sifat keramahan. Sapa;menyapa terhadap atasan ataupun rekan kerja.Sopan Santun;sikap ini membuat orang lain senang,disukai siapa saja dalam lingkungan. Pribadi yang menyenangkan dapat membuat suasana yang kondusif dalam lingkungan kerja.
Kompetitif
Dengan pembiasaan penerapan budaya industri yang berkarakter dan berkompeten maka akan terwujud SDM yang berkualitas.sehingga mampu berkompetisi di dunia industri untuk menjawab tantangan peraingan tenaga kerja baik di dalam ataupun luar negeri.

Penulis : Fitri Retno Astutik, S.Pd.

nberita.com

About nberita.com

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

Get updates in your email box

Complete the form below, and we'll send you our recent update.

Deliver via FeedBurner
© 2014 NBerita.com. WP Theme-junkie. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.