11 April 2018

Pentingnya Pendidikan Karakter di Tengah Fenomena Kids Zaman Now

    4/11/2018 10:07:00 AM   No comments


Desi Wiramurti. Istilah kids zaman now sering kita dengar akhir-akhir ini. Istilah tersebut merupakan gabungan kata yang berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Kids artinya anak-anak dan now artinya sekarang. Kids zaman now maksudnya anak-anak zaman sekarang. Istilah ini muncul seiring dengan banyaknya perilaku tidak wajar yang dilakukan oleh seorang anak, terutama yang berstatus peserta didik. Banyak peserta didik melakukan tindakan-tindakan menyimpang tanpa memikirkan akibat yang akan mereka terima. Tindakan-tindakan tersebut misalnya bulying, membolos sekolah, tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan-tindakan yang lain. Beberapa waktu lalu, kita juga dapat melihat atau membaca berita melalui media cetak dan elektronik tentang penganiayaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang peserta didik. Hal tersebut sangat memprihatinkan.
Tindakan menyimpang yang dilakukan oleh peserta didik disebabkan oleh banyak faktor. Selain faktor keluarga dan lingkungan, kurangnya pendidikan agama juga menjadi faktor penyebab. Kurangnya perhatian orang tua, lingkungan sosialisasi yang kurang baik, dan kurangnya keimanan sangat berpengaruh pada karakter seseorang. Selain di rumah, peserta didik juga belajar dan bersosialisasi di sekolah. Sebagai tempat belajar dan bersosialisasi, sekolah harus memperkuat pendidikan karakter. Penguatan pendidikan karakter akan mampu mengembangkan budaya-budaya positif pada diri peserta didik, terutama budaya-budaya dalam kehidupan sehari-hari yang sudah mulai luntur.
Penguatan pendidikan karakter meliputi karakter religius dan sosial. Penguatan pendidikan karakter religius misalnya gerakan sholat dhuhur berjamaah bagi umat muslim, zikir bersama, tadarus, sedekah, dan kegiatan keagamaan yang lain. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat meningkatkan keimanan peserta didik sehingga dapat membentengi diri dari perilaku yang menyimpang. Penguatan pendidikan karakter sosial misalnya budaya 5 S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), budaya berjalan cepat, budaya mencintai lingkungan, dan lain-lain. Kegiatan/budaya tersebut dapat menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai sehingga mencegah munculnya permusuhan dan perpecahan.
Penguatan pendidikan karakter akan dapat membudayakan hal-hal positif pada peserta didik. Budaya-budaya positif tersebut dapat diterapkan peserta didik tidak hanya di lingkungan sekolah, namun juga di lingkungan luar sekolah. Selain memiliki pengetahuan dan keterampilan, peserta didik juga memiliki akhlak yang baik. Setelah menjadi budaya, maka hal-hal positif yang dilakukan oleh peserta didik akan meningkat menjadi sebuah kewajiban.

Penulis : Desi Wiramurti

nberita.com

About nberita.com

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

Get updates in your email box

Complete the form below, and we'll send you our recent update.

Deliver via FeedBurner
© 2014 NBerita.com. WP Theme-junkie. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.