29 Juni 2016

INILAH ALASAN MENGAPA PENDIDIKAN DARI KELUARGA ITU SANGAT PENTING

    6/29/2016 12:42:00 PM   No comments

Muhammad Murtadho di UNDIP

Adalah Muhammad Murtadho, seorang anak petani berasal dari Desa Ngawensari, Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal. Orang tua berlatar belakang seorang petani dengan luas lahan hanya 20x20 m. Muhammad Murtadho yang sekarang sedang studi di Fakultas Kedokteran UNDIP melalui beasiswa BIDIK MISI adalah bukti dari Pendidikan Keluarga yang berhasil. Dia bukan satu-satunya bukti, kedua kakaknya juga bernasib yang sama yaitu mendapatkan beasiswa di IPB, hal ini memperkuat bahwa memang pendidikan keluarga Muhammad Murtadho berhasil.
Banyak orang tua beranggapan bahwa usaha mencerdaskan anak hanyalah tugas pendidik semata, sehingga seringkali gurulah yang menjadi kambing hitam atas kebobrokan moral pendidikan. Berbeda dengan orang tua Muhammad Murtadho, cara orang tuanya dalam mendidik anak-anak yang mendasar adalah membekali anak-anak untuk taat beribadah kemudian memberikan perhatian penuh dan mendampingi proses belajarnya serta didoakan setiap saat terutama di sepertiga malam. Usaha yang penuh kesabaran itu akhirnya pendidikan yang dilakukan beliau berhasil.
Berkaitan dengan cara mendidik anak, pendidikan keluarga merupakan unit fundamental yang bertanggung jawab dan harus melayani kebutuhan fisik dan psikis anak selama mereka dalam pertumbuhan menuju kedewasaan. Tanggung jawab pendidikan terutama berada di pundak orang tua, sehingga ia dituntut dapat benar-benar berfungsi sebagi pendidik. Karena ternyata salah satu faktor dominan yang mempengaruhi pola perilaku anak dalam proses pendidikan adalah lingkungan keluarga.
Orang tua dan sekolah haruslah berbagi peran dalam mendidik anak sebagaimana yang termuat dalam buku “Kaifa Turabbi Thiflak”, karya Prof. Dr. Muhammad Ali Murshafi, diterjemahkan oleh  Muhtadi Kadi, dkk dengan judul  “Mendidik Anak agar Cerdas dan Berbakti”, (Ziyad Visi Madia, 2009), ini mencoba memberikan gambaran seberapa besar peranan orang tua dan sekolah serta problematika yang mereka hadapi untuk mencerdaskan anak, khususnya usia pra sekolah. Karena, tanggung jawab ibu dan ayah sebagai pendidik utama dalam keluarga serta orang-orang yang mengantikan kedududukan mereka menjadi perhatian yang sangat serius dari semua pihak. Proses pendidikan dimulai sejak anak dari kandungan dengan memperhatikan gizi, hingga lahir dan dewasa dengan memenuhi kebutuhannya yang disesuaikan pada tahap-tahap perkembangan  anak.
Pada prinsipnya setiap anak dalam Islam mempunyai hak-hak yang harus direalisasikan dengan sebaik-baiknya, maka pendidikan anak sangat banyak memberikan manfaat dalam pertumbuhan dan perkembangannya, melalui proses pengajaran dan pengarahan yang dilakukan pihak keluarga, dalam upaya membentuk sebuah generasi cerdas yang mempunyai kepedulian dan pengertian arti tanggung jawab. (Razaq Al-Hamshy, 2003:11)
Fenomena yang terjadi saat ini orang tua sibuk bekerja untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga, seperti contohnya TKI terkadang sedikit waktu luang berinteraksi dengan anak-anak yang mengindikasikan bahwa keluarga telah kehilangan banyak peranannya yang hakiki serta loyalitasnya terhadap anak. Sebab loyalitas itu telah mengarah pada lembaga-lembaga pendidikan lain yang memaksa keluarga bekerjasama dengannya, bahkan menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pada sekolah. Padahal waktu yang digunakan di sekolah maksimal hanya 8 jam. Para orang tua yang bekerja di luar negri (TKI) ini, secara otomatis dan pasti akan meninggalkan keluarga mereka termasuk anak remajanya. Hal ini akan baik bagi keluarga, karena dengan bekerja dan berpenghasilan yang layak akan meningkatkan kesejahteraan keluarga, akan tetapi juga akan berdampak tidak baik bagi anak, anak-anak mereka akan kehilangan kasih sayang dan kehilangan perhatian, selain kehilangan kasih sayang dan perhatian pergaulan mereka kurang mendapatkan ruang sehingga akan menimbulkan perilaku-perilaku yang negatif.
Secara umum seluruh pihak, baik keluarga maupun sekolah sangatlah berpengaruh dalam menciptakan anak didik yang memiliki kompetensi yang baik. Namun, tugas orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga menjadi alternatif pencapaian optimal bagi perkembangan sang anak. Sehingga, tugas orang tua saat ini adalah memilih, akan dibawa kemanakah proses perkembangan anak- anaknya. Maka dari itu saudaraku, marilah tentukan bagaimana harus bersikap menjadi orang tua yang bijak di tengah kecamuk jaman yang semakin amburadul ini.
Penulis : Wahyu Dian Susanto

Editor : Lery alfayanti dan Haryadi





nberita.com

About nberita.com

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

Get updates in your email box

Complete the form below, and we'll send you our recent update.

Deliver via FeedBurner
© 2014 NBerita.com. WP Theme-junkie. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.