18 Agustus 2015

TKW asal Kendal dibius, Uang 100 Dinar/30 juta Raib,

    8/18/2015 11:47:00 AM   No comments

korban
KENDAL – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Kendal yang baru pulang bekerja sebagai pembantu tata laksana rumah tangga (PLRT) di negara Bahrain, di Kawasan Timur Tengah, kepulauan di Teluk Persia, sebelah timur Saudi Arabia menjadi korban pembiusan di dalam mobil toyota Avanza oleh beberapa orang yang tak dikenalnya dalam perjalanan pulang ke kampung halaman dari Bandar Udara Internasional Sukarno Hatta Jakarta.Oleh pelaku, korban dibuang di daerah Kabupaten Temanggung, tepatnya di Desa Menggoro, Kecamatan Tembarak. Ia ditemukan warga setempat, Kamis (13/8) pukul 13.00. Diduga sebelum dibuang dan diambil semua harta bendanya, korban yang dalam kondisi tak sadarkan diri itu mendapatkan perlakukan tidak senonoh alias diperkosa para pelaku. Kini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Temanggung.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kendal, Dwi Diniwati melalui, Kabid Transmigrasi, Pelatihan dan Penta pada Disnakertrans Kendal, Supardi, mengatakan, korban TKW bekerja di Bahrain itu bernama Rahayu Ningsih (30) warga Gang Layur, Kelurahan Patukangan, Kecamatan Kota Kendal.

Berdasarkan keterangan korban, Supardi menceritakan, sebenarnya korban pulang dari negara Bahrain ke Indonesia tidak sendirian, melainkan bersama dua teman sesama TKI lainya, satu asal Kecamatan Boja Kendal dan satunya lagi warga Ngawi, Jawa Timur. Namun saat pesawat yang dinaikinya tiba di Bandara Internasional Sukarno Hatta, ketiganya berpisah untuk melanjutkan pulang ke kampung halaman masing-masing.

“Korban keluar Bandara Internasional Sukarno Hatta naik taxi. Sedangkan kedua temanya, yaitu, TKI yang asal Kecamatan Boja, Kendal pulang dijemput suaminya dan teman TKI asal Ngawi, Jawa Timur pulang sendiri,” kata dia kepadawww.radarpekalonganonline.com, Jumat (14/8).

Lebih lanjut, Supardi mengatakan, pada saat korban berada di dalam taxi tiba-tiba korban didekati seorang pria yang tak dikenalnya dan mencoba menawarkan tumpangan pulang ke Kendal.

Kepada korban, pria tersebut mengaku akan pulang ke Tegal bersama kakaknya dan sekaligus sanggup mengantarkan korban pulang ke kampung halaman. Tawaran pria tak dikenalnya itupun diterimanya tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun. Kemudian korban dibawa pria yang baru dikenalnya itu menuju mobil Toyota Avanza yang akan membawanya pulang ke Kendal.

“Ternyata saat korban sampai di mobil Toyota Avanza yang dimaksud, didalamnya sudah ada dua orang pria, satu diantara sopir mobil tersebut. Setelah memasukkan barang bawaan ke dalam mobil, korban bersama ketiga orang laki-laki yang tak dikenalnya itu langsung meluncur Tegal dan kemudian Kendal. Namun saat di perjalanan korban ditawarin minuman yang sudah dicampuri obat oleh pria tak dikenalnya itu. Tanpa menaruh curiga, minuman itu diterima dan diminumnya hingga akhirnya tak sadarkan diri. Dan oleh para pelaku korban dibuang di daerah Temanggung,” ungkap dia.

Supardi menyatakan, akibat peristiwa pembiusan yang dialami TKW asal kendal ini, korban sebelum dibuang dan diambil semua harta bendanya dalam keadaan tidak berdaya karena tak sadarkan diri diduga sempat diperkosa oleh para pelaku. Lokasi pembuangan, korban yang dalam kondisi tak sadarkan dori ditemukan warga sekitar bernama Abdul. Atas penemuan diri korban, kemudian oleh warga dilaporkan ke Dinas Sosial Temanggung dan polisi dan selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Temanggung guna mendapatkan perawatan medis.

“Kini korban masih dirawat di RS tersebut. Guna mengetahui apakah korban diperkosa atau tidak, pihak RS akan melakukan pemeriksaan secara medis apakah terhadap diri korban ada tanda-tanda pemerkosaan atau tidak. Terhadap apa yang menimpa korban, pihak keluarga sudah kami beritahu. Selain itu Disnakertrans Kendal juga sudah memberikan bantuan uang kepada keluarga korban sebagai bentuk simpati dan empati kami atas musibah tersebut,” ujar dia.

Supardi menambahkan, dalam bekerja di negara Bahrain tersebut korban berangkat melalui Kantor Cabang PJTKI PT Sinar Berlian Mandiri yang beralamat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Cepiring. Di negara tersebut korban sudah bekerja selama 19 bulan.

Dan dia (korban,red) pulang ke Indonesia karena orang tua majikanya meninggal dunia.

“Karena alasan itulah korban yang belum kelar (terminid) bekerja di sana, sementara pulang ke Indonesia. Namun, saat di dari perjalanan pulang dari Bandara Sukarno Hatta bersama orang yang tak dikenalnya itu menjadi korban pembiusan. Akibat kejadian itu, uang korban sebanyak 100 dinar atau Rp 30 juta dan satu unit laptop diambil pelaku pembiusan,” pungkas dia.(nur)
Sumber/Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan – Widodo Lukito

nberita.com

About nberita.com

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

Get updates in your email box

Complete the form below, and we'll send you our recent update.

Deliver via FeedBurner
© 2014 NBerita.com. WP Theme-junkie. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.