10 Agustus 2015

Polisi Usut Tabrakan dan Pembakaran Bus di Batang

    8/10/2015 10:00:00 AM   No comments


PEMEIRKSAAN – Tim dari Lapfor Polda Jateng
dan Satreskrim Polres Batang
melakukan pemeriksaan terhadap bangkai bus yang dibakar.

BATANG – Pihak Polres Batang akan mengusut tuntas kasus tabrakan dan pengrusakan yang melibatkan bus Bejeu nopol K 1458 AL di jalur Pantura wilayah dukuh Pesawahan, Desa/Kecamatan Tulis, Kamis (6/8) malam kemarin. Polisi juga telah menetapkan sopir bus, Wibowo Prasetyo (33) warga Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara sebagai tersangka dalam peristiwa tabrakan dengan sepeda motor Yamaha Yupiter nopol G 6598 CL hingga menyebabkan pengendaranya tewas di lokasi kejadian.
 
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan di lapangan, kita tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang melakukan pengrusakan bus. Untuk pengemudi bus sebagai tersangka saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Baik dari segi laka lantas maupun pengrusakanya tetap akan kita ambil jalur hukum,” ujar Kapolres Batang AKBP Joko Setiono Sik SH Mhum, kemarin.

Untuk kepentingan penyelidikan, saat ini polisi tengah melakukan identifikasi bangkai bus jurusan Jepara-Jakarta tersebut. Tim dari Labfor Polda Jawa Tengah didampingi tim penyidik dari Polres Batang, Jumat (7/8) kemarin melakukan identifikasi dengan memeriksa seluruh sudut bangkai bus, sebagai dasar penyelidikan lebih lanjut.

Selain itu, petugas Satlantas juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap sopir dan kernet bus serta sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tabrakan tersebut. Petugas juga sudah menetapkan pengemudi sebagai tersangka terkait tindakanya yang ceroboh hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dan telah melakukan pelanggaran lalulintas dengan melawan arus.

Sopir bus Wibowo mengaku bahwa dia memang sengaja membelokan mobilnya ke kiri untuk masuk ke jalur berlawanan di depan Mapolsek Tulis untuk menghindari kemacetan yang cukup panjang akibat adanya pengecoran jalur Pantura. Hal itu dilakukanya setelah melihat bus dan kendaraan lain yang juga melakukan hal yang sama, yaitu melakukan contra flow atau melawan arah, meskipun bukan atas perintah polisi.

“Pada saat itu ada sekitar 15 bus dari PO lain dan juga kendaraan kecil yang juga melawan arah, atau masuk ke jalur kendaraan dari arah Barat. Sayapun akhirnya ikut ambil kiri, namun saat tiba di `bunderan` (lokasi kejadian) tiba-tiba dari arah Barat datang sepeda motor melaju cukup kencang. Bus sudah saya hentikan, namun ternyata motor tersebut malah terus mendekat hingga akhirnya tertabrak,” jelas Wibowo. Wibowo juga mengakui bahwa setelah kejadian dirinya sempat lari, namun bukan untuk kabur, melainkan mengamankan diri ke Mapolsek Tulis.

Namun keterangan tersebut dibantah oleh sejumlah saksi yang menyatakan waktu itu bus melaju kencang, karena jarak dengan bus lainnya yang ada di depanya cukup jauh. Bahkan salah seorang saksi yang diperiksa polisi mengaku tidak merasakan adanya pengereman pada bus tersebut sebelum akhirnya terjadi tabrakan. Berdasarkan informasi, RPM bus pada saat itu juga masih jalan, sehingga menunjukan bus tidak berhenti sebelum tabrakan.

Disisi lain, pengendara sepeda motor Supriyadi (20) warga dukuh Gondangan Desa Tulis yang tewas pada kejadian tersebut jenasahnya Jumat kemarin sudah dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman umum desa setempat. Pihak keluarga mendesak agar kasus tersebut diusut tuntas, karena bus terang-terangan sudah melakukan pelanggaran dengan melawan arah hingga menyababkan terjadinya tabrakan. (don)

sumber :  Radar Pekalongan

nberita.com

About nberita.com

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

Get updates in your email box

Complete the form below, and we'll send you our recent update.

Deliver via FeedBurner
© 2014 NBerita.com. WP Theme-junkie. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.