25 Agustus 2015

Batalkan Lima Hari Sekolah

    8/25/2015 02:48:00 PM   No comments

Sekolah 5 hari dibatalkan
KENDAL – Ujicoba penerapan sekolah lima hari di Kendal ternyata tidak berjalan mulus. Dinas Pendidikan (Disdik) Kendal terpaksa mengembalikan sistem pendidikan enam hari sekolah karena kebijakan baru itu tidak maksimal. Selain itu, dari evaluasi juga banyak penolakan baik dari guru, siswa dan orangtua murid.

Kebijakan ini diambil setelah ada evaluasi secara menyeluruh terhadap SMA dan SMK yang sudah menerapkan sistem pembelajaran lima hari sekolah. Evaluasi melibatkan Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, PGRI, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), tokoh masyarakat dan Komite Sekolah serta LSM. “Hasil evaluasi berkesimpulan mempersilakan sekolah kembali ke enam hari sebagaimana sebelumnya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono, Minggu (23/8).
Pelaksanaan lima hari sekolah memang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dia menyatakan, kekurangan yang terjadi antara lain sarana dan fasilitas sekolah yang kurang. “Seperti kantin sekolah, listrik karena belum semua sekolah memiliki AC dan keberadaan tempat ibadah yang memadai,” ujarnya.

Dari segi lainya, mulai dari SDM, siswa-siswi maupun guru usai lewat pukul 13.00 merasakan titik kejenuhan. Sehingga pembelajaran kelas sudah tidak lagi kondusif karena pelajar dan pengajar sama-sama tidak bisa berkonsentrasi. “Kelebihannya guru dan siswa punya daya juang tinggi, pembiasaan bekerja keras, dan pelajar bisa berbaur dengan masyarakat pada Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini Kendal telah mencanangkan gerakan Kendal Cerdas. Gerakan itu tidak hanya kecerdasan emosional, tetapi juga spiritual. Dinas Pendidikan mempersilakan kembali ke enam hari sekolah bagi yang menginginkannya. Sedangkan sekolah yang yang nyaman dengan lima hari sekolah, bisa dibicarakan dengan komite dan orang tua untuk keberlanjutannya.

“Disdik akan menyebar angket kepada orang tua, komite, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pondok pesantren untuk mengambil yang terbaik. Apakah tetap akan melanjutkan lima hari atau enam hari sekolah,” ujar dia.

Meski akan dikembalikan ke enam hari sekolah, pihaknya akan menerapkan sekolah percontohan lima hari yakni SMA 1 dan SMA 2 Kendal, SMA 1 Kaliwungu, SMA 1 Sukorejo, SMA 1 Boja, dan SMA 1 Weleri. Selain itu juga tiga SMK, yakni SMK 1, SMK 2, dan SMK 3. Sekolah tersebut dinilai layak menjadi percontohan lima hari sekolah karena sarana memadai, tenaga pendidika cukup, dan memiliki tempat ibadah.

Ketua Dewan Pendidikan Kendal, Ahmad Tantowi, mengapresiasi dinas pendidikan yang mengevaluasi pelaksanaan lima hari sekolah. Masukan dari berbagai pihak seperti siswa-siswi, orang tua, dan tenaga pendidik patut didengar.

Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Prapto Utono menyatakan program belajar sekolah sudah sedianya dikembalikan menjadi enam hari. Hal itu lantaran guna keseimbangan antara pendidikan moralitas dan intelektualitas siswa. “Harapan saya pendidikan di Kabupaten Kendal dapat berjalan seimbang anatara moralitas dan intelektualitas siswa,” ujar Prapto.
Program lima hari sekolah yang diretapkan Dinas Pendidikan setempat berdasar atas surat edaran Gubernur Jawa Tengah berdampak negatif terhadap madrasah diniyah (Madin). Pendidikan di Madin banyak memberikan pengaruh terhadap moralitas siswa. (bud/fth)

Sumber : Radar Semarang


nberita.com

About nberita.com

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

Get updates in your email box

Complete the form below, and we'll send you our recent update.

Deliver via FeedBurner
© 2014 NBerita.com. WP Theme-junkie. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.