31 Juli 2015

Catatan Seorang Chef part 22: Menteri Susi dan Pengungsi Rohingya

    7/31/2015 11:07:00 PM   No comments

Add caption
Di China, Vietnam, Myanmar, Thailand, Malaysia dan Philippines, nama menteri Susi sedang menjadi buah bibir..!

Tidak dipungkiri, dengan ketegasannya dalam penanganan kasus pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia, telah berimbas pada menyusutnya pasokan dan jumlah eksport ikan di negara-negara tersebut..!

China yang terkenal sebagai negara paling songong dan bedegong apabila nelayannya ditangkap di tengah lautan, kini harus bungkam, dan lebih memilih membayar denda untuk kemudian hengkang. Begitupun dengan Myanmar, nelayan dari negara tersebut, menjadi ciut dan takut untuk memasuki wilayah laut Indonesia.

Adapun di Malaysia, yang kebanyakan rakyatnya merasa lebih sejahtera, makmur, gemah ripah loh jenawi berbanding tetangganya yang konon serumpun, Indonesia, kini harus rela menikmati ikan lele dan talapia/nila dalam setiap menu ikannya. Untuk sekedar melepas kangen dengan ikan laut, mungkin mereka masih bisa mengkonsumsi ikan kembung dan ikan teri..! Harga ikan di Malaysia terus melambung tiada ampun..!

Di Philippines, para nelayan penangkap tuna mulai terlihat hijrah profesi. Pabrik-pabrik pengolahan ikan tuna pun sudah mulai banyak yang tutup. Kapal-kapal motor penangkap ikan tuna kini lebih sering terlihat mengangkut sembako dan buah-buahan. Industri tuna Philippines lumpuh seketika..!



Thailand..! Hmmmm..! Negeri yang terkenal paling kreatif dengan hasil olahan seafoodnya itu, ternyata menjadi negara yang paling merana. Diterjang instabilitas politik dari dalam negeri, tiba-tiba harus terhantam badai Susi..! Industri penangkapan dan pengolahan ikan laut Thailand pun semaput.

Dari sinilah segalanya bermula. Beberapa waktu lalu kita dikejutkan oleh gelombang ribuan pengungsi Rohingya yang memasuki wilayah laut Indonesia dan Malaysia..! Kita serentak menudingkan telunjuk ke jidat Australia sebagai biangkeroknya..! Benarkah demikian..?

Bisa jadi benar adanya, mengingat sejak lama Australia telah menyediakan anggaran yang cukup besar untuk usaha mereduksi jumlah immigrant gelap yang datang ke negeri Kanguru itu. Dari dulu kita juga telah diiming-imingi uang sebesar 1 Bilion USD/tahun agar mau bergabung dengan Australia untuk membendung para pengungsi tersebut. Namun, sedari dulu jugalah kita selalu menolak tawaran itu, hingga pada akhirnya, negara-negara seperti Malaysia, Philippines, Thailand, Cambodia, Myanmar dan Vietnam itulah yang mau menerimanya..!

Sialnya bagi Australia, tiba-tiba hubungannya dengan Indonesia menjadi kian keruh dan tegang. Sehingga sikap kooperatif yang sebelum ini ditunjukkan oleh Indonesia, akhirnya menjadi lebih longgar. Australia pun kewalahan..!
Cerdik dan hebatnya Australia, negeri itu sangat mengetahui dan memahami segala fenomena yang sedang menimpa negara-negara tetangganya di Asean. Inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Australia.

Ambruknya industri perikanan laut di Myanmar dan Thailand, tidak disia-siakan oleh Australia. Mereka pun telah menyiapkan sejumlah anggaran untuk memuluskan program pencegahan migrasi. Anggota NSA disebar ke berbagai negara, untuk memastikan segalanya done..!

Bermula dari Myanmar..! Australia menabur uang dan meminta pemerintah Myanmar menangkapi para pengungsi Rohingya yang akan meninggalkan negara tersebut. Ironisnya, setelah ditangkapi, kaum Rohingya ini dijual kepada mafia dari Thailand yang juga sama-sama menerima kucuran dana dari Australia..! Liciknya Australia, mereka memanfaatkan para nelayan yang sedang kehilangan sumber pendapatan gara-gara kebijakan yang diterapkan oleh menteri Susi..!

Emosi dan isu religi kembali dihembuskan..! Nelayan Thailand yang mayoritas non muslim tentu saja tersulut. Mereka memandang kaum Rohingya seperti sebuah bola api yang pantang jika harus mati di tangan sendiri. Setelah menerima imbalan dari Australia, mereka segera melempar bola api tersebut agar tidak membakar diri. Sasarannya ada dua pembuangan, yakni Malaysia yang memang sengaja telah disiapkan oleh Australia, dan satunya lagi adalah Indonesia..!

Selain melakukan perjanjian dengan Australia, Malaysia juga memiliki perjanjian dengan UNHCR. Ruang inilah yang ingin dimanfaatkan oleh Australia. Mereka membayar Malaysia untuk menampung sementara, untuk kemudian mendorong Malaysia agar bernegosiasi dengan UNHCR agar para pengungsi yang ada menjadi tanggung jawab badan internasional itu. Maka lepaslah sudah beban Australia..!

Lantas mengapa mereka mendorong sebagian diantaranya ke Indonesia..? Inilah yang paling menarik..!

Di satu sisi, Australia merasa yakin bahwa Indonesia akan menerima para pengungsi Rohingya karena faktor kesamaan agama. Untuk menggolkan misi ini, mereka menggelar aksi simpati. Australia merangkul US dan NATO untuk ikut terlibat langsung. Turkey telah ditunjuk menjadi pemeran pengganti atau stuntman yang diharapkan bisa dipercaya oleh Indonesia. Angkatan Laut mereka tiba-tiba berada di sekitar laut kita, dan menebar pesona dengan merangkul para pengungsi dengan tawaran yang amat menggiurkan..! Benarkah demikian adanya..? Hahaha..! Semuanya bullshit..! Para pengungsi itu tidak akan pernah menjadi warga negara Turkey..!

Australia sangat mengetahui profesionalime para prajurit kita. Mereka berharap kali ini kita akan kewalahan..! Hahaha..! Salah..! Mereka lagi-lagi kecele..! Ketika serbuan pengungsi itu datang, Indonesia tidak mengirimkan senjata, melainkan mata-mata. Dari sinilah kemudian segalanya menjadi jelas dan terlihat nyata. Dengan tegas TNI dan Indonesia menyatakan bahwa tidak semua immigrant tersebut adalah pencari suaka, mereka adalah korban penyelundupan manusia..! Tidak cukup sampai disitu, pihak berwajib Indonesia pun berhasil menangkap tangan barang bukti berupa uang pecahan USD dari para pengungsi. Australia yang semula berharap kita akan kewalahan dan kemudian datang mengemis bantuan dari mereka akhirnya harus menanggung malu. US Navy yang sudah standby di lautan dan diskenariokan akan menerima perintah Australia jikalau Indonesia datang mengemis, akhirnya harus berpura-pura memberikan uluran tangan, dengan berputar-putar di laut yang konon mencari para pencari suaka…!

Maaf Tuan, kami sudah tahu hal yang sebenarnya..


By Patku Yayan@Indocuisine

sumber: patriotgaruda

Mas Yog

About Mas Yog

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

Get updates in your email box

Complete the form below, and we'll send you our recent update.

Deliver via FeedBurner
© 2014 NBerita.com. WP Theme-junkie. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.