Advertise Here

Islam

23 Oktober 2019

Atlet Anggar Kabupaten Kendal, Meraih prestasi

    10/23/2019 11:47:00 AM   No comments

3 Atlet foto Bersama Pelatih
 Semarang. Nberita.com. Babak Kualifikasi PON XX dan Kejuaraan Nasional Anggar 10-22 Oktober 2019 di GOR USM SEMARANG JAWA TENGAH yang di ikuti oleh atlet seluruh Indonesia, termasuk atlet kab kendal yang mewakili jawa tengah meraih prestasi yang gemilang, yaitu 1 Perak dan 4 Perunggu, 

1 perak (Lilik Rahmawati nomor degen Junior putri kejurnas) dan 4 perunggu (1.Lilik Rahmawati nomor Degen beregu putri pra pon, 2. Saeful Rohman Muzaki nomor Floret Beregu putra kejurnas, 3. M. Angga Maulan nomor Sabel Beregu Putra pra pon, 4. M. Angga Maulan nomor Sabel beregu putra kejurnas), atlet atlet tersebut sudah di siapkan dari sejak dini melalui program program pemerintah kab kendal, khususnya jebolan PPLOPD Disporapar kab kendal dan Puslatkab KONI kab kendal, 

dari hasil di atas  3 atlet akan mewakili jawa tengah dalam event PON 2020, serta 1 atlet anggar kab kendal (Lilik Rahmawati) lolos mewakili tim Indonesia dalam kejuaraan anggar asia kadet yunior tahun 2020, semoga atlet  atlet tersebut dapat membawa nama harum Kabupaten Kendal, provinsi Jawa Tengah dan Indonesia dalam event nasional dan internasional tahun depan
foto Bareng official Anggar Kab Kendal
semoga dari hasil senior Anggar kab Kendal ini bisa memotivasi adek adek nya untuk menorehkan prestasi di event event mendatang, event yang terdekat yaitu di Kejurprov Anggar Jateng 2019 yang akan di laksanakan tanggal 11 s.d 15 November 2019 di Salatiga, ujar Bapak Abdul Aziz salah satu pengurus anggar Kab Kendal. wds.

03 Oktober 2019

PENGGALANGAN DANA KORBAN KEBAKARAN RUMAH DI GEMUH OLEH SMK BINA UTAMA KENDAL

    10/03/2019 03:14:00 PM   No comments
Proses Penyerahan Bantuan 


Kendal, SMK BINA UTAMA KENDAL – Kebakaran rumah dikawasan permukiman di desa Johorejo, Kecamatan Gemuh, Kendal, ini menghanguskan sekitar sembilan rumah warga pada Rabu (25/9) siang. Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik dari salah satu rumah warga. Saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi kosong, karena sebagian besar para penghuni rumah sedang bekerja menata tembakau. Akibatnya belasan warga memilih tinggal ditempat pengungsian untuk menenangkan diri dan sebagian warga ada yang mengungsi kerumah kerabat atau saudaranya yang ada disekitar tempat kebakaran.

        Dengan adanya kejadian bencana kebakaran tersebut, tentunya menggerakkan hati seluruh warga SMK Bina Utama Kendal untuk menyisihkan sebagian uang sakunya. bantuan tersebut langsung di serahkan kepada panitia pengalangan dana korban kebakaran Desa Johorejo kec Gemuh kab Kendal. Warga merasa senang atas bantuan yang diberikan oleh siswa siswi serta keluarga besar SMK Bina Utama Kendal. 

Penulis : M Amar
Editor : Wahyu D S dan Lerry Alfayanti

02 Oktober 2019

BINTALSIK adalah SMK Bina Utama Kendal

    10/02/2019 02:06:00 PM   No comments


Kendal.sejak dua tahun belakangan ini tepatnya terhitung mulai tahun 2017 SMK Bina Utama Kendal dengan menggandeng Koramil 01 Kendal melaksanakan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui kegiatan Bintalsik (Bina Mental dan Fisik). Hal tersebut dilatarbelakangi oleh Peraturan Presiden (PP) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yakni gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Selain itu kebutuhan industri saat ini baik dalam negeri maupun luar negeri di era revolusi 4.0 mewajibkan bagi tenaga kerjanya memiliki karakter yang positif yakni sesuai dengan nilai PPK yaitu sikap religious, nasionalisme, gotong-royong, integritas, dan mandiri.
Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan dari kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yaitu sebagai berikut:
1)      Pembinaan fisik siswa persiapan menuju industri;
2)      Pembentukan karakter atau sikap positif siswa;
3)      Penanaman budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun);
4)      Penanaman budaya 5R (resik, rawat, ringkas, rapi, dan rajin);
5)      Sebagai branding atau program unggulan sekolah.
Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan dari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yakni sebagai berikut:
1)      Latihan secara kolosal per tingkat selama masing-masing 1 minggu;
2)      Maintenance atau perawatan oleh TNI selama 1 bulan sekali;
3)      Situasional, setiap saat apabila pelatih dari TNI mengisi di kelas-kelas.
Hasil Kegiatan
1)      Terbentuknya sikap karakter siswa sesuai dengan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter);
2)      Meningkatnya nilai karakter siswa;
3)      Meningkatnya keterserapan industri baik dalam negeri maupun luar negeri;
4)      Meningkatnya kepercayaan industri kepada sekolah baik dalam negeri maupun luar negeri.

         Setelah kegiatan Bintalsik, SMK Bina Utama Kendal berkerja sama dengan 7 Pondok Pesantren yang ada di area kabupaten kendal melaksanakan program mondok selama 5 minggu, dengan adanya program mondok tersebut di harapkan siswa meningkatkan karakter religiusnya


Penulis : Lery Alfayanti
Editor   : Wahyu D S


05 Februari 2019

Tim Atletik SMK Bina Utama Kendal, raih 12 Piagam

    2/05/2019 10:28:00 PM   No comments
Tim Atletik SMK Bina Utama Kendal


Nberita.com, Kendal. SMK Bina Utama Kendal raih 12 Piagam di
Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) cabang Atletik Tahun 2019 yang di gelar hari Selasa 5 Februari 2019, 12 medali ini terdiri dari juara 1 ada 2 dari nomor Lompat Tinggi putri dan Lempar Cakram putra, juara 2 ada 2 dari nomor 3000 m Putri dan lompat jauh putri serta juara 3 ada 8 terdiri dari 400 m Putra, lompat jangkit putri, 100 m, 800 m putra dan putri, lempar lembing putra dan 200 m putra. secara statistik perolehan prestasi Atletik dalam POPDA tahun ini mengalami peningkatan

25 April 2018

HARGAI MARTABAT MANUSIA

    4/25/2018 03:27:00 PM   No comments
HARGAI MARTABAT MANUSIA
Oleh:
Vera All Hasanah
Martabat manusia artinya harga diri manusia. Martabat manusia adalah kedudukan manusia yang terhormat sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berakal budi, ssehingga manusia mendapat  tempat yang tinggi dibanding dengan mahluk lainnya.
Manusia  adalah mahluk bermasyarakat yang diberikan akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan, tetapi apa yang terjadi jika martabat manusia direndahkan baik dengan senagaja ataupun tidak. Terkadang dengan alih-alih bercanda  mengejek bentuk badan, hitam, keriting, gendut, kerempeng, cebol, dan ejekan lainnya  menyebutkan nama orang tua atau nama seseorang yang dianggap tidak kekinian. Pelaku bulLying seringkali tidak memikirkan perasaan orang yang diejeknya. Jika orang yang di bully marah maka akan ada embel-embel BAPER dan semakin semangat pelaku bullying untuk menekannya. Bercanda memang selalu dianggap remeh,  predikat BAPER dan tidak asik melekat jika kita marah saat di-bully.
Ada 3 bentuk bullying yaitu secara fisik, verbal, dan psikologis. Bentuk fisik seperti memukul dan mendorong. Bentuk verbal seperti mengejek nama orang tua serta mencemoh. Sementara dalam  bentuk psikologis antara lain menyebarkan fitnah, mempermalukan dan lainnya.
Bullying istilah kekiniaannya dapat berakibat fatal bagi pelaku dan juga korban bullying biasanya terjadi tidak hanya di kalangan pelajar, mahasiswa bahkan tempat kerja. Tawuran dan bunuh diri merupakan beberapa dampak dari bullying. Apa yang harus dilakukan bila menjadi salah satu korban bullying? Apakah menagis atau marah pada diri sendiri dan kepada orang lain? Katakan Tidak!
Sudah bukan zamannya korban bullying meratapi nasib. Tentukan langkah ke depan , berpikir besar dan ubah cara pandang, patahkan anggapan pelaku bullying dengan prestasi yang gemilang. Keluarkan dan tebarkan aura positif dan aura kebahagian.Tunjukkan pada mereka betapa kuat mental kita dan bersyukurlah atas apa yang kita punya, baik bentuk badan ataupun yang lainnya. Ingat cantik atau tampan berasal dari hati. Ingat kebahagian berada di tangan kita, bukan orang lain. Jadi, berbahagialah dengan kehidupan yang kita miliki, tersenyumlah dan terus berkarya, buktikan pada dunia bahwa kita bisa!

PENDIDIKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

    4/25/2018 03:26:00 PM   No comments
PENDIDIKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN  DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Oleh:
Vera All Hasanah

Perkembangan dunia yang semakin mengglobal mengakibatkan begitu mudahnya nilai-nilai asing masuk kedalam badaya dan kehidupan bangsa Indonesia. Untuk menjaga dan memperkuat jati diri bangsa dibutukan kemauan, tekad dan komitmen yang kuat dari seluruh elemen masyarakat agar identitas dan kepribadian bangsa tidak luntur dilekang zaman tetapi tetap kuat,  kokoh dan tidak tergoyahkan
Pendidikan di indonesia saat ini cenderung mengedepankan aspek keilmuan, kecerdasan, dan mengabaikan pendidikan karakter.Ciri-ciri karakter yang diinginkan dalam tujuan pendidikan kewirausahaan  untuk membangun jiwa kewirausahaan seperti kejujuran, kepedulian, mandiri, disiplin, tanggung Jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil. Pendidikan yang mengembangkan karakter adalah upaya yang dilakukan pendidikan untuk membantu anak didik supaya mengerti, kepedulian, dan bertindak berdasarkan etika.
Pembentukan karakter harus disertai pembiasaan -pembiasaan .Pembiasaan yang dimaksud dapat dilakukan disekolah dengan berbagai cara dan menyangkut banyak hal seperti Disiplin waktu baik waktu masuk kelas , sholat berjamaah, etika berpakaian , etika pergaulan, perlakukan siswa kepada guru, karyawan dan pimpinan sekolah dan sebaliknya. Untuk pembetukan karakter diperlukan pula lingkungan yang sehat dan kondusif.
Permasalahan yang ada di indonesia adalah angka penganguran  selalu meningkat setiap tahunnya dan lulusan sekolah menengah kejuruan menjadi salah satu penyumbang angka penganguran terbesar diindonesia.Kurikulum yang diterapkan di sekolah saat ini cendrung teoritis,yang mungkin turut memberikan kontribusi kepada  untuk  lulusan  memilih karir kerja mandiri atau berwirausaha.Tetapi kenyataannya peserta didik lulusan sekolah menengah pada umumnya dipersiapkan untuk menjadi karyawan atau buruh,memilih karier berwirausaha merupakan kasus yang luar biasa, biasanya peserta didik mau berwirausaha karena memiliki keluarga pengusaha biasanya kalangan etnis keturunan,Sebenarnya tingginya  angka penganguran tidak sepenuhnya akibat dari kekurangan lapangan pekerjaan,akan tetapi berasal dari faktor internal  para calon tenaga kerja, dimana faktor penyebabnya yaitu:1).Sebagian lulusan sekolah menengah kejuruan menginginkan pekerjaan disektor formal ;2)Sebagian lulusan tidak memiliki bekal pendidikaan kewirausahaan, sehingga mereka cendrung mencari atau mengharapkan pekerjaan dari orang lain dan bukan sebaliknya berupaya  mengembangkan potensi dirinya serta berusaha menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain.
 Pengembangan pendidikan karakter di sekolah menengah kejuruan diharapkan mampu menciptakan lulusan yang mampu berwirausaha yang mempunyai kemampuan teknis (hard skiil) tetapi juga mempunyai ketrampilan memgelola diri dan orang lain (soft skill).dimana kesuksesan ditentukan 20%  oleh hard skill dan 80% oleh soft skill. Pengembangan soft skill kewirausahaan akan banyak berkaitan dengan pengembangan karakter dan budaya kewirausahaan.
Diharapkan dengan bantuan semua pihak baik pendidik,siswa ataupun peran keluarga dimana saling keterkaitan sehingga pendidikan karakter bisa berjalan tidak hanya di lingkungansekolah tetapi bisa menjadi pembiasaan. Untuk indonesia menjadi lebih baik lagi.SMK Bisa!!
Penulis : Vera All Hasanah

BABAK TERAKHIR TAWURAN

    4/25/2018 03:24:00 PM   No comments
BABAK TERAKHIR TAWURAN
Oleh:
Vera All Hasanah
untuk pelajar di Indonesia

Usia lima  belas sampai tujuh belas tahun merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa remaja.Pada masa remaja terjadi perubahan fisik, pola pikir  dan perilaku yang biasa disebut dengan masa pencarian jati diri. Masa pencarian jati diri salah satunya ditandai dengan munculnya rasa solidaritas dan setia kawan dikalangan remaja. Namun terkadang rasa solidaritas tersebut tidak disertai dengan pemahaman yang benar sehingga mengakibatkan remaja melakukan hal-hal negatif. Pandangan mereka adalah hal terpenting didunia terlepas  benar atau tidaknya pandangan tersebut.
Setia kawan dianggap penting dan utama bagi remaja , jika ada teman terluka hatinya karena salah paham maka teman yang lain akan membelanya.Karena salah paham terhadap sesuatu yang tidak jelas bisa berakibat tawuran yang melibatkkan banyak pelajar yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.Begitu dirimu terjebak dan menjadi korban apa yang didapat?
Sebenarnya apa yang kau pikirkan nak? Begitu kau terjebak dalam tawuran dan menjadi korban apa yang di dapat.Ayah shock, Ibu menangis hebat,pingsan karena sedih dan takut. Apa yang didapat dan apa yang difikirkan bukankah jalan masih panjang, belajar, bercanda, jatuh cinta, kuliah, kerja, menikah, pupus sudah .Harga yang harus dibayar karena tawuran.Seandainya remaja tersebut  membuat pilihan lebih baik pasti masih hidup, membahagiakan orang tua, bekerja ,menikah.
Sekarang hancur sudah impian orang tua tentang masa depan anak yang disayangnya, terkubur bersama mimpinya.Menyesal memang selalu dibelakang .Seandainya  bisa menarik waktu kembali mungkin itu tidak akan menjadi babak terakhir korban tawuran.
Para pelajar marilah jalani hidup dengan positif dan bahagia ,karena bahagia itu sederhana.Tersenyum berbuat baik , belajar ,ceria dan berbenah diri untuk mencapai kehidupan yang bahagia
Penulis : Vera All Hasanah

17 April 2018

PENDIDIKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

    4/17/2018 02:21:00 PM   No comments


Vera all Hasanah
Perkembangan dunia yang semakin mengglobal mengakibatkan begitu mudahnya nilai-nilai asing masuk kedalam badaya dan kehidupan bangsa Indonesia. Untuk menjaga dan memperkuat jati diri bangsa dibutukan kemauan, tekad dan komitmen yang kuat dari seluruh elemen masyarakat agar identitas dan kepribadian bangsa tidak luntur dilekang zaman tetapi tetap kuat,  kokoh dan tidak tergoyahkan
Pendidikan di indonesia saat ini cenderung mengedepankan aspek keilmuan, kecerdasan, dan mengabaikan pendidikan karakter.Ciri-ciri karakter yang diinginkan dalam tujuan pendidikan kewirausahaan  untuk membangun jiwa kewirausahaan seperti kejujuran, kepedulian, mandiri, disiplin, tanggung Jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil. Pendidikan yang mengembangkan karakter adalah upaya yang dilakukan pendidikan untuk membantu anak didik supaya mengerti, kepedulian, dan bertindak berdasarkan etika.
Pembentukan karakter harus disertai pembiasaan -pembiasaan .Pembiasaan yang dimaksud dapat dilakukan disekolah dengan berbagai cara dan menyangkut banyak hal seperti Disiplin waktu baik waktu masuk kelas , sholat berjamaah, etika berpakaian , etika pergaulan, perlakukan siswa kepada guru, karyawan dan pimpinan sekolah dan sebaliknya. Untuk pembetukan karakter diperlukan pula lingkungan yang sehat dan kondusif.
Permasalahan yang ada di indonesia adalah angka penganguran  selalu meningkat setiap tahunnya dan lulusan sekolah menengah kejuruan menjadi salah satu penyumbang angka penganguran terbesar diindonesia.Kurikulum yang diterapkan di sekolah saat ini cendrung teoritis,yang mungkin turut memberikan kontribusi kepada  untuk  lulusan  memilih karir kerja mandiri atau berwirausaha.Tetapi kenyataannya peserta didik lulusan sekolah menengah pada umumnya dipersiapkan untuk menjadi karyawan atau buruh,memilih karier berwirausaha merupakan kasus yang luar biasa, biasanya peserta didik mau berwirausaha karena memiliki keluarga pengusaha biasanya kalangan etnis keturunan,Sebenarnya tingginya  angka penganguran tidak sepenuhnya akibat dari kekurangan lapangan pekerjaan,akan tetapi berasal dari faktor internal  para calon tenaga kerja, dimana faktor penyebabnya yaitu:1).Sebagian lulusan sekolah menengah kejuruan menginginkan pekerjaan disektor formal ;2)Sebagian lulusan tidak memiliki bekal pendidikaan kewirausahaan, sehingga mereka cendrung mencari atau mengharapkan pekerjaan dari orang lain dan bukan sebaliknya berupaya  mengembangkan potensi dirinya serta berusaha menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain.
 Pengembangan pendidikan karakter di sekolah menengah kejuruan diharapkan mampu menciptakan lulusan yang mampu berwirausaha yang mempunyai kemampuan teknis (hard skiil) tetapi juga mempunyai ketrampilan memgelola diri dan orang lain (soft skill).dimana kesuksesan ditentukan 20%  oleh hard skill dan 80% oleh soft skill. Pengembangan soft skill kewirausahaan akan banyak berkaitan dengan pengembangan karakter dan budaya kewirausahaan.
Diharapkan dengan bantuan semua pihak baik pendidik,siswa ataupun peran keluarga dimana saling keterkaitan sehingga pendidikan karakter bisa berjalan tidak hanya di lingkungansekolah tetapi bisa menjadi pembiasaan. Untuk indonesia menjadi lebih baik lagi.SMK Bisa!!
Penulis : Vera all Hasanah

Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dilingkungan SMK pada pembelajaran PKWU

    4/17/2018 02:18:00 PM   No comments

                                     Vera All Hasanah, S.E., M.Si. SMK mempunyai muara agar lulusannya memiliki kemampuan, keterampilan,         serta ahli dalam bidang ilmu tertentu dan terampil untuk diaplikasikan ke dunia kerja. Dua hal  tersebut kelebihan dari pendidikan kejuruan
Pembelajaran prakarya dan kewirausahaan yang  yang relevan untuk pengembangan jiwa nasionalisme peserta didik adalah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik tumbuh kesadaran agar mencintai produk dalam  negeri.Sikap  kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku (Hirdinis (2008: 3). Sikap mental yang perlu dimiliki oleh seorang wirausaha adalah, percaya diri, kreatif dan inovatif, berani mengambil risiko, visioner, kecakapan, dan memiliki tenaga dalam yang diartikan sebagai memiliki sikap disiplin, jujur, ulet, pantang menyerah, kuat, aktif ( Isnaini, 2012: 21)
Dengan kekayaan alam yang dimiliki daerah sekitar, tentu pendidk akan lebih mampu untuk berkreasi dalam memilih bahan ajar yang tepat bagi peserta didik.misalnya memanfaatkan kekayaan alam pembuatan telor asin,manisan untuk pengolahan atau untuk memproduksi produk kecantikan dengan memakai kekayaan alam yang ada disekitar,membuat  alarm sederhaana,membuat kipas sederhana ,membuat alat pemotong ksingkong dan masih banyak lagi yang bisa  diproduksi untuk meningkatkan produk dalam negeri
Dalam rangka ini guru tidak semata-mata sebagai “pengajar” yang ternsfer of knowledge, tetapi juga sebagai “pendidik” yang transfer of value dan sekaligus sebagai “pembimbing” yang memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik bisa memproduksi dan mencintai produk produk dalam negeri.
Banyak alasan untuk mencintai produksi dalam negeri dan sudah merupakan keharusan bagi warga negara untuk mencintai produk-produk dalam negeri sehingga produk dalam negeri bisa bersaing di kancah internasional. Namun, sebagian masyarakat Indonesia sering merasa lebih berkelas ketika memakai produk berlabel luar negeri. Pemerintah juga sudah menyerukan untuk selalu mencintai produk dalam negeri namun masih saja kesadaran masyarakat rendah.Salah satu hal yang bisa menumbuhkan jiwa nasioanlisme adalah dengan menganjurkan untuk selalu menggunakan produk dalam negeri.Pomade yang sedang ngetred dikalangan pelajar karena bisa membuat rambut lebih rapi dan ganteng maksimal bisa dijadikan peluang usaha,Daun Rambutan yang banyak tumbuh didaerah sekitar sekolah dijadikan bahan dasar untuk membuat pomade dari bahan  herbal.Adapun keunggulan pomade daun rambutan adalah Menyuburkan rambut,Membuat rambut hitam dan rapi,dibuat dari bahan alami
Guru selalu memberikan  motivasi kepada peserta didik secara terus menerus bahwa banyak keuntungan yang diperoleh jika kita mencintai dan memakai produk indonesia  diantaranya adalah: Produk adalam negeri meningkat,Menambah besar skala usaha dalam negeri,Menambah jumlah investasi di indonesia,Meningkatkan lapangan pekerjaan,Mengurangi angka kemiskinan dan kriminalitas,Menambah jumlah pendapatan nasional,Meningkatkan kesejateraan
Penanaman nilai nilai karakter yang baik menjadi sangat penting ketika perkembangan dan dinamika masyarakat yang berkembang akhir akhir ini justru berdampak pada hal hal yang kurang positif  misalnya sikap boros dengan membeli produk luar negeri hanya karena faktor gengsi dan adanya persepsi bahwa kualitas produk dalam negeri rendah.
penulis : Vera All Hasanah, S.E., M.Si.

HEBATKAN SMK MELALUI GERAKAN JURAGAN USIA SEKOLAH (JUS)

    4/17/2018 02:15:00 PM   No comments

Vera all Hasanah. Siapapun pasti ingin sukses,tak ada yang ingin  gagal, Kesuksesan berhimpitan langsung dengan kebahagiaan,Rumah besar,mobil bagus, uang banyak.Sebaliknya kegagalan sangat akrab  dengan kesedihan dan kekecewaan.Orang sukses adalah orang kaya yang sanggup menerima kekayaannya dengan besikap tidak sombong agar bisa mendekatkan diri kepada Tuhan.Dengan kesanggupan menerima kekayaan itu membuat orang tidak akan lalai dengan kekayaannya.Lalu bagaimana dengan indonesia.Negeri dengan kekayaan luar biasa ini mengapa penduduknya sengsara?Apakah karena lemahnya pendidikan dan tingginya angka korupsi.Dari 230 juta penduduk indonesia hanya 400.000 orang yang jadi pengusaha.
Untuk meningkatkan pengusaha di Indonesia bisa dimulai sejak usia sekolah. Dimulai dari SMK Berwirausaha , banyak siswa yang ingin berwirausaha tetapi tidak tahu harus memulai dari mana. Paradigma siswa masih terpaku pada pembelajaran dalam kelas yang tidak punya waktu luang dalam berwirausaha, padahal beberapa sekolah sudah mencanangkan dan mensosialisasikan gerakan wirausaha, seperti di SMK Bina Utama Kendal.  Pembelajaran kewirausahaan di SMK Bina Utama berbasis omset, Ini salah satu cara agar siswa dapat melatih dirinya untuk menjadi Juragan di usia sekolah.dimana siswa wajib memiliki omset. Omset yang didapatkan bisa dengan menjual produk yang telah dihasilkan dengan memanfaatkan kekayaan alam sekitar produk yang dihasilkan adalah pomade dan kerajianan pernak pernik souvenir,atau dengan menjual jasa servis baik sepeda motor,servis hp ataupun laptop.Dengan melihat peluang usaha go gren maka tercipta ide untuk membuat gerabah sakti untuk menghijauan tanpa harus menyiram tanaman setiap harinya Dengan memanfaatkan media sosial dan kemajuan teknologi, Siswa SMK mampu menciptakan aplikasi,sistem,website atau pun konten yang memperkenalkan dan menjual produk yang dibuat siswa.
Memang untuk menjadi Juragan diusia sekolah tidak lah mudah,tetapi komitmen dan  kerjasama semua pihakr bisa membuat siswa menjadi juragan di usia sekolah.Diharapkan dengan pembelajaran kewirausahaan berbasis omset maka akan membuat semangat berwirausaha dikalangan siswa SMK Bina Utama.
Dimulai dari hal kecil ciptakan juragan usia sekolah melalui pembelajaran kewirausahaan berbasis omset. Bersama kita bangun negeri. Hebatkan SMK dengan wirausaha SMK Bisa. Bina Utama Jaya Jaya Jaya Yes.
Penulis : Vera all Hasanah

11 April 2018

Pentingnya Pendidikan Karakter di Tengah Fenomena Kids Zaman Now

    4/11/2018 10:07:00 AM   No comments

Desi Wiramurti. Istilah kids zaman now sering kita dengar akhir-akhir ini. Istilah tersebut merupakan gabungan kata yang berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Kids artinya anak-anak dan now artinya sekarang. Kids zaman now maksudnya anak-anak zaman sekarang. Istilah ini muncul seiring dengan banyaknya perilaku tidak wajar yang dilakukan oleh seorang anak, terutama yang berstatus peserta didik. Banyak peserta didik melakukan tindakan-tindakan menyimpang tanpa memikirkan akibat yang akan mereka terima. Tindakan-tindakan tersebut misalnya bulying, membolos sekolah, tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan-tindakan yang lain. Beberapa waktu lalu, kita juga dapat melihat atau membaca berita melalui media cetak dan elektronik tentang penganiayaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang peserta didik. Hal tersebut sangat memprihatinkan.
Tindakan menyimpang yang dilakukan oleh peserta didik disebabkan oleh banyak faktor. Selain faktor keluarga dan lingkungan, kurangnya pendidikan agama juga menjadi faktor penyebab. Kurangnya perhatian orang tua, lingkungan sosialisasi yang kurang baik, dan kurangnya keimanan sangat berpengaruh pada karakter seseorang. Selain di rumah, peserta didik juga belajar dan bersosialisasi di sekolah. Sebagai tempat belajar dan bersosialisasi, sekolah harus memperkuat pendidikan karakter. Penguatan pendidikan karakter akan mampu mengembangkan budaya-budaya positif pada diri peserta didik, terutama budaya-budaya dalam kehidupan sehari-hari yang sudah mulai luntur.
Penguatan pendidikan karakter meliputi karakter religius dan sosial. Penguatan pendidikan karakter religius misalnya gerakan sholat dhuhur berjamaah bagi umat muslim, zikir bersama, tadarus, sedekah, dan kegiatan keagamaan yang lain. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat meningkatkan keimanan peserta didik sehingga dapat membentengi diri dari perilaku yang menyimpang. Penguatan pendidikan karakter sosial misalnya budaya 5 S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), budaya berjalan cepat, budaya mencintai lingkungan, dan lain-lain. Kegiatan/budaya tersebut dapat menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai sehingga mencegah munculnya permusuhan dan perpecahan.
Penguatan pendidikan karakter akan dapat membudayakan hal-hal positif pada peserta didik. Budaya-budaya positif tersebut dapat diterapkan peserta didik tidak hanya di lingkungan sekolah, namun juga di lingkungan luar sekolah. Selain memiliki pengetahuan dan keterampilan, peserta didik juga memiliki akhlak yang baik. Setelah menjadi budaya, maka hal-hal positif yang dilakukan oleh peserta didik akan meningkat menjadi sebuah kewajiban.

Penulis : Desi Wiramurti

SMK SEBAGAI MODEL LINGKUNGAN BUDAYA INDUSTRI

    4/11/2018 09:37:00 AM   No comments
Proses Pembentukan Karakter pada KBM
Fitri Retno Astutik, S.Pd. Mengingat persaingan ekonomi global yang makin ketat, pilihan masyarakat untuk bersekolah di SMK pun semakin meningkat. Karena SMK dianggap memiliki keunggulan. Salah satunya setelah lulus bisa langsung kerja. Akan tetapi justru temuan di lapangan berbeda karena menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun2017 justru penyumbang terbesar angka pengangguran di negara kita berasal dari lulusan SMK. Sehingga lulusan SMK yang digadang-gadang langsung kerja malah menganggur.
Di sisi lain banyak perusahaan yang mengalami permasalahan kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja. Padahal masalah pengangguran menjadi wacana nasional di Negara kita. Hal ini menggambarkan adanya kesenjangan antara dunia industri dan ketersediaan tenaga kerja dari institusi pendidikan kejuruan.
Sinergi  antara dunia pendidikan dengan dunia industri sangat dibutuhkan. Sehingga diperlukan pembiasaan pembentukan budaya industri di lembaga kejuruan  yaitu SMK. Pembiasaan ini harus dilaksanakan secara terus-menerus sehingga menjadi suatu rutinitas atau perilaku yang membudaya dan menjadi karakter yang baik dalam perilaku industri. Pembentukan budaya industri bukanlah sesuatu yang instan, di butuhkan waktu dan proses. Sehingga setelah lulus siswa SMK mampu memenuhi standart persyaratan masuk dunia industri.
Fenomena yang terjadi antara dunia pendidikan dan perkembangan dunia industri tidak matc dan terjadi kesenjangan yang cukup signifikan. Lembaga pendidikan SMK belum sepenuhnya mampu mewujudkan kebutuhan yang diinginkan dunia industri. Sehingga di perlukan upaya untuk mewujudkan keselarasan antara dunia pendidikan dengan dunia industri.
Ke depan, persaingan tenaga kerja terampil di dunia industri akan semakin ketat. Tidak hanya akan datang dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Sehingga SMK harus mempersiapkan SDM yang berkompeten, berkarakter dan kompetitif. Berkompeten adalah siswa SMK mampu menguasi bidang keahlian tertentu. Sedangkan berkarakter adalah membentuk siswa SMK yang memiliki kepribadian yang bertakwa kepada Tuha YME, memiliki fisik dan mental teruji, disiplin,pekerja keras,pintar dan sopan santun. Dan kompetitif berarti siap bersaing dengan siapa saja dan kapan saja sesui dengan bidang keahlian yang dimiliki.
SMK sebagai model lingkungan budaya industri. Pengembangan budaya karakter industri  bagi siswa SMK merupakan aspek penting dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan berhasil dalam pekerjaanya. Yaitu dengan mempersiapkan SDM yang berkompeten, berkarakter dan kompetitif.
Berkompeten
Pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan di sekolah perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri. Materi pembelajaran harus sejalan dengan perkembangan industri. Perlu adanya sinkronisasi dalam hal pembelajaran di SMK yaitu kurikulum yang didalamnya ada materi yang diinginkan untuk kepentingan dunia industri. termasuk pihak industri melakukan pendampingan tersendiri di sekolah. upaya tersebut lebih mengedepankan kepentingan lulusan SMK agar sesui dengan kebutuhan dunia industri. Perangkat perakitan perusahaan juga dihadirkan di sekolah.sehingga siswa SMKpun terbiasa bekerja dalam suasana industri layaknya suasana di perusahaan. mereka diarahkan mengikuti aturan perusahaan,mencapai target, mengutamakan kualitas dan mengevaluasi diri.
Berkarakter
Setiap perusahaan mengharapkan lingkungan kerjanya yang selalu bersih,rapi sehingga mampu mendukung terciptanya tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi di perusahaan. Namun pada kenyataanya banyak perusahaan yang mengeluh karena penempatan sarana dan prasarana tidak sesuai sehingga berantakan dan membuat tidak nyaman dalam bekerja. Untuk menjawab tantangan tersebut maka d SMK diperlukan pembiasaan  budaya industri 5R(Ringkas,Rapi,Resik,Rawat,Rajin). Ringkas adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan ditempat kerja.serta mengetahui cara penyimpananya dengan benar.Rapi yaitu menyimpan barang sesuai dengan tempatnya ketika setelah selesai digunakan. Resik berarti membersihkan tempat/lingkungan kerja,mesin peralatan dan barang barang agar tidak terkena debu,kotoran dan bau. Rawat adalah peduli terhadap peralatan yang ada di lingkungan kerja sehingga menjadi awet dan bisa di pakai dalam jangka waktu yang lebih lama. Rajin berarti menjadikan diri lebih disiplin,tingkah laku menjadi terarah dan menjadikan lingkungan kerja menjadi lebih baik tertata serta bersih.
selain menerapkan budaya industri 5R di sekolah juga perlu menerapkan budaya industri 5S(Senyum,Salam,Sapa,Salam,Sopan,Santun). Hubungan kerja antar pegawai di perusahaan menuntut setiap orang yang berinteraksi di dalamnya berlaku baik terhadap sesama pegawai. Dalam dunia kerja etika pergaulan sangatlah penting.Senyum;senyum bersahabat dan sikap ramah kepada rekan kerja.Salam;ucapan salam merupakan salah satu cirri sifat keramahan. Sapa;menyapa terhadap atasan ataupun rekan kerja.Sopan Santun;sikap ini membuat orang lain senang,disukai siapa saja dalam lingkungan. Pribadi yang menyenangkan dapat membuat suasana yang kondusif dalam lingkungan kerja.
Kompetitif
Dengan pembiasaan penerapan budaya industri yang berkarakter dan berkompeten maka akan terwujud SDM yang berkualitas.sehingga mampu berkompetisi di dunia industri untuk menjawab tantangan peraingan tenaga kerja baik di dalam ataupun luar negeri.

Penulis : Fitri Retno Astutik, S.Pd.

Get updates in your email box

Complete the form below, and we'll send you our recent update.

Deliver via FeedBurner
© 2014 NBerita.com. WP Theme-junkie. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.